Cerita Bola » Discussions


4 Pelatih Sukses yang Kewalahan di Liga Premier Inggris

  • sabyan gambus
    Leader
    October 9, 2018
    Jose Mourinho sedang melakoni waktu yang pelik bareng Manchester United. Pelatih dari Portugal ini menghantarkan MU melewati start paling buruk di dalam 29 musim terakhir. Setan Merah telah menderita 3 hasil negatif melalui 7 laga di Liga Premier Inggris serta tereliminasi pada turnamen Carabao Cup dari tim Championship, Derby County. Lebih lanjut, The Special One pun terlibat perselisihan bersama sejumlah anak asuhnya.

    Meski begitu, menurut admin berita Liga Spanyol mengatakan tak adil apabila menyatakan jika Mourinho merupakan pelatih yang tidak berhasil di Liga Premier Inggris. Walau tidak dapat mengabulkan harapan di MU, Mourinho sebenarnya telah meraih 3 trofi Premier League hingga sejauh ini. Tapi, Mourinho bukan satu-satunya pelatih gemilang yang kewalahan pada Liga Premier Inggris. Terdapat sejumlah pelatih lain yang sudah merasakan nasib sama.

    Berikut ini 4 pelatih gemilang yang tidak berhasil di Liga Premier Inggris menurut Sportskeeda yang merupakan situs berita bola terkini.

    Juande Ramos (Tottenham) - Juande Ramos datang di Tottenham di tahun 2007 usai sukses bersama sejumlah klub di Spanyol. Sebelum gabung bersama Spurs, Ramos bisa menghantarkan Sevilla menuju Liga Champions serta juga meraih 2 Piala UEFA. Ramos mengakusisi Tottenham dari Martin Jol di bulan November kampanye musim 2007/08 lalu mengerjakan tugas baik dengan menghantarkan tim finis pada urutan ke-11 usai melakoni start yang jelek. Lebih lanjut, kesebelasannya pun sukses meraih Piala Liga dengan menghajar The Blues 2-1 di Wembley. Sayangnya, seperti yang kami baca dari blog Liga Spanyol mengatakan, Spurs tak dapat menjaga momentum serta mereka melakoni start paling buruk mereka pada ajang Liga Premier Inggris di kampanye musim 2008/09. Tim London Utara tersebut tidak berhasil memperoleh kemenangan di dalam delapan laga perdana serta cuma mendapat 2 angka sebelum Ramos ditendang.

    Andre Villas-Boas (Chelsea) - Andre Villas-Boas datang ke Stamford Bridge di tahun 2011 dengan harapan besar. Pelatih dari Portugal ini cuma menerima kekalahan 4 kali melalui 58 laga di musim lalu bareng Porto. Tapi, melatih tim Liga Premier Inggris kenyataannya jauh setingkat lebih sukar ketimbang tim Portugal. Villas-Boas mengawali kampanye musim dengan lumayan baik. Tapi, kala masuk ke pertengahan November, dia telah menderita 6 hasil negatif sebagai pelatih Chelsea. Awal musim 2012 jadi mimpi buruk bagi Villas-Boas dan petinggi tim endingnya melepaskan bekas asisten Jose Mourinho ini di bulan Maret. Roberto Di Matteo endingnya ditunjuk buat menjadi penggantinya sampai penghujung kampanye musim.

    Louis van Gaal (Manchester United) - Van Gaal ditunjuk jadi pelatih Manchester United di tahun 2014 usai keberangkatan David Moyes. Pelatih dari Belanda ini membikin gebrakan pada bursa transfer bersama Angel Di Maria serta Radamel Falcao di bursa transfer musim panas. Sayangnya, para pemain itu tidak berhasil mengabulkan harapan dan Setan Merah melakoni kampanye musim yang tak terlampau keren. Dan masih dari laporan web berita bola terbaru mengatakan, Van Gaal tidak berhasil mengangkat gelar di kampanye musim perdananya namun masih dapat finis pada urutan ke 4 di klasemen akhir Liga Premier Inggris. Van Gaal tak bisa mengembangkan penampilan MU di kampanye musim selanjutnya serta tidak berhasil mendapat tiket menuju Liga Champions. Bekas pelatih Barcelona ini endingnya dapat mempersembahkan gelar usai meraih FA Cup namun hal tersebut tak cukup buat menjadikannya masih menetap di Old Trafford.

    Luis Felipe Scolari (Chelsea) - Luiz Felipe Scolari membikin history saat ia gabung bersama Chelsea di tahun 2008 dengan jadi pelatih pemenang Piala Dunia perdana yang melatih tim Liga Premier Inggris. Chelsea melakoni start yang baik bareng Scolari. Tapi, kondisinya di Stamford Bridge mulai jadi sukar kala masuk ke musim dingin termasuk ketika terlempar dari Piala Carling sehabis dihajar Burnley. Bekas pelatih tim nasional Brasil ini akhirnya ditendang Chelsea di bulan Februari. Guus Hiddink lantas diangkat buat jadi suksesor Scolari dan sukses membuat kondisi The Blues jadi setingkat lebih bagus.

    Ancelotti Tak Bimbang Merotasi Anak Asuhnya

    Pelatih Napoli, Carlo Ancelotti bersyukur I Partenopei dapat unggul 2-0 vs Sassuolo di San Paolo, hari Minggu (7/10). Di pertandingan itu pun dia menjalani banyak rotasi yang bisa dibuktikan jitu menjadikan kesebelasannya mendapat 3 angka.

    Sebagaimana yang terdeteksi, Napoli tengah melakoni minggu yang padat. Sebelum laga melawan Sassuolo, mereka belum lama melawan Liverpool pada ajang Liga Champions pada tengah pekan kemarin.

    Kebijakan rotasi juga dibuat Ancelotti demi mempertahankan kebugaran anak asuhnya. Menurut pendapatnya yang kami baca dari website livescore bola terupdate, dengan kekuatan tim yang bagus, dia tak bimbang menggantikan sejumlah pemain pada setiap laga.

    “Ketika kamu memiliki kesebelasan kuat yang profesional, tak tersedia risiko yang tercipta apabila Kamu menjalani rotasi. Setiap orang memperlihatkan usaha di pertandingan kali ini, jadi aku dapat merotasi serta memutuskan penggawa tepat waktu bersama kumpulan bintang berbakat, ” tutur Ancelotti menurut Football Italia yang dikutip oleh livescore Liga Spanyol.

    “Saya tak terlampau marah buat bertransformasi apabila salah satu bintang tak dapat memberikan jaminan. Team saya bisa mengembangkan konsistensi sepanjang laga tanpa memperoleh istirahat sepanjang Waktu normal. Team saya bermain sepakbola yang amat baik, walaupun Sassuolo kesebelasan yang sukar dikalahkan,” dia melanjutkan.

    Di pertandingan itu, Ancelotti menyimpan sejumlah pemain andalannya sebagaimana Lorenzo Insigne, Allan, Marek Hamsik, dan Jose Callejon. Tapi, hal tersebut tak mengurangi daya dobrak Napoli. Bisa dibuktikan tempat Insigne sukses digantikan Adam Ounas yang mampu cetak goal pertama di babak pertama.